IBX5980432E7F390 Cara Perbaiki Sistem Alternator Mobil - Dasar Otomotif

Cara Perbaiki Sistem Alternator Mobil

Teknik Otomotif

Fungsi alternator : Untuk melakukan pengisian kembali tegangan baterai


ALTERNATOR 

KOMPONEN UTAMA DAN FUNGSINYA

1. NUT

Untuk mengikat komponen-komponen yang berada pada poros alternator

2. LOCK WASHER

Untuk mengunci posisi komponen-komponen yang berada poros alternator pada posisi yang di tentukan

3. PULLLEY

Untuk tempat kedudukan dari sabuk V-Belt yang terhubung langsung ke puli poros engkol mesin

4. FAN

Untuk mendinginkan kumparan rotor dan stator ketika alternator bekerja untuk proses pengisian

5. FAN SPACER

Untuk mengatur jarak posisi dari kipas

6. FRONT HOUSING

Untuk penutup bagian depan dari alternator

7. FRONT BEARING

Untuk menyanggah poros bagian depan dari rotor

8. RETAINER

Untuk menahan posisi front bearing agar tepat kedudukannya dengan front housing

9. STOP RING

Untuk menghentikan batas yang tepat posisi dari poros rotor

10.ROTOR

Untuk menimbulkan medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik

11.STATOR

Untuk memotong medan magnet dan mengubahnya menjadi listrik

12.PCB

Untuk papan cetak dari dioda-dioda negatif dan dioda positif
 13.BRUSH RETAINER

Untuk tempat kedudukan dari pada brushes

14.SPRINGS

Untuk mendorong brushes sampai pada batas minimum (aus)

15.REAR HOUSING

Untuk menutup alternator bagian belakang

16.REAR BEARING

Untuk menahan kedudukan poros bagian belakang

1.TERMINAL INSULATOR

Untuk penyekat atau merupakan isolasi dari terminal-terminal yang terdapat pada alternator

KOMPONEN BESAR UTAMA ALTERNATOR

1. ROTOR terdiri 

    1. MUR PENGIKAT
    2. PULI
    3. FAN
    4. FRONT HOUSING
    5. ROTOR COIL
    6. SLIP RING
    7. BANTALAN

2. STATOR terdiri dari :

    1. STATOR COIL
    2. DIODE ( + / - )
    3. BRUSH HOLDER
    4. BRUSH
    5. REAR HOUSING

3. REGULATOR

Fungsi : Untuk memasukkan arus listrik kedalam kumparan rotor, meskipun putarannya berubah-ubah.

     

KETERANGAN KODE

IG = IGNITION
N  = NEUTRAL
E   = EMITTER
F   = FUSE
L   = LIGHT
B   = BATTERY

CHART REGULATOR 6 TERMINAL 

 

Pada sistem pengapian jenis ini titik netral dari kumparan stator alternator di pergunakan untuk mengatur bekerjanya tegangan Relay (Voltage Relay). Lampu tanda pengisian akan menyala atau mati sesuai dengan kerjanya voltage relay dan bilamana tegangan terminal (N) kurang dari jumlah yang ditentukan maka alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal dalam mengisi baterai kembali.

CARA KERJA SISTEM PENGISIAN DALAM RANGKAIAN

PERHATIKAN ANIMASI BERIKUT



CARA KERJA ALTERNATOR DALAM RANGKAIAN

Bila kunci kontak di "ON" kan, arus listrik dari baterai mengalir ke charge warning lamp, terminal (L) regulator, titik kontak voltage relay "P1" dan "P0" terus ke masa bodi (E). dan pada saat yang sama menglir arus ke kumparan voltage regulator mengakibatkan lampu tanda kontrol menyala. Pada saat yang sama pula, arus lain dari baterai mengalir melalui sikring, terminal "IG" regulator, titik kontak voltage regulator "P3" dan "P4" keluar melalui terminal "F" alternator terus ke rotor coil Arus listrik yang mengalir masuk ke dalam rotor coil akan menimbulkan kemagnetan (Field Current) dan dalam hal ini belum ada proses pengisian.

Sesudah mesin nyala dan rotor berputar maka terjadilah arus AC yang akan diubah oleh 6 buah dioda menjadi arus DC. Tegangan ini menjadi lebih besar di antara terminal "B" dan "E". dan tegangan keluar dari "N" stator coil, menyebabkan tenaga tarik dari kumparan pada voltage relay bertambah besar dan titik "P1" berhubungan dengan titik "P2" dan lampu tanda pengisian mati yang berarti sistem pengisian telah bekerja.

PERAWATAN DAN PERBAIKAN ALTERNATOR 

1. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT ROTOR COIL

 

Periksa hubungan terbuka rotor coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)

2. PERIKSA CONTINUITAS MASSA ROTOR COIL


Periksa hubungan massa dari rotor coil, jika ada hubungan (Bocor), jika tidak ada hubungan (Baik)


3. PERIKSA DIAMETER SLIPRING


Periksa diameter slipring dari keausan akibat gesekan dengan brush, Diameter standart dari slipring tergantung dari sfesifikasi pabrik, jika sudah aus (Ganti baru)

4. PERIKSA CONTINUITAS OPEN CIRCUIT STATOR COIL


Periksa hubungan terbuka stator coil, jika ada hubungan (Baik), jika tidak ada hubungan (Putus)

 5. PERIKSA CONTINUITAS MASSA STATOR COIL

 

Periksa stator coil hubungan massa, jika ada hubungan (Bocor), jika tida ada hubungan (Baik)

6. PERIKSA CONTINUITAS DIODA (+) DAN DIODA (-)
 

Periksa  hubungan dioda (+) dan dioda (-), jika salah satu ada hubungan berarti kondisi dioda (Baik)

7. PERIKSA PANJANG SIKAT


Ukur panjang sikat (sesuai sfesikasi pabrik) jika sudah aus, terbakar atau rusak (Ganti baru)

KERUSAKAN-KERUSAKAN ALTERNATOR

1. Rotor coil putus/terbakar
2. Stator coil putur/terbakar
3. Dioda putus/mati
4. Regulator coil rusak/terbakar
5. Brush aus dan brush holder patah
6. Bearing depan dan belakng sudah aus


stats count